Search This Blog

Friday, November 11, 2011

 
mengungkap keajaiban sujud
Sujud adalah kebutuhan setiap manusia, apapun kepercayaannya dengan berbagai bentuknya sebagai bentuk penyerahan diri. Yang membedakan adalah antara satu insan dengan insan lainnya adalah kepada siapa dia bersujud, bahkan seorang atheis-pun ketika dalam kekagetan dan ketakutan akan mengatakan 'Oh My God!!', dan seorang muslim akan bersujud kepada Allah. Pertanyaannya adalah 'mengapa mereka bersujud?' Karena setiap manusia mempunyai naluri untuk mengagungkan dan menyembah yang tertananam di dalam otak limbicnya.
Dalam Islam, puncak penyerahan diri (baca: sujud) itu berupa peletakkan kepala dan wajahnya yang paling berharga di atas tanah dalam kepasrahan, dan pada saat itulah seorang muslim benar-bear dekat dengan tuhannya, sehingga shalat menjadi media yang paling ampuh dan dahsyat sebagai media memperoleh pertolongan Allah. Karena itu kita dianjurkan oleh rosulullah untuk menambahkan shalat-shalat sunah selain shalat yang fardu. dan sebaik-baik shalat sunah adalah sholat lail "dan pada sebagian malam, maka sujudlah yang panjang kepadanya dan bertasbihlah yang panjang kepada-Nya" QS. Al-Nisa: 26.
Sujud adalah saat-saat terindah dalam ibadah, dimana seseorang sedang pada posisi sangat sangat dekat dengan Allah. dengan bersujud doa dikabulkan, keajaiban dihadirkan, seluruh kebaikan diberikan, urusan dimudahkan, kemenangan disegerakan, dosa-dosa digugurkan, dan neraka dijauhkan.
Terbukti secara ilmiah, sujud menjadi solusi efektif untuk menyelesaikan masalah yang menghimpit pikiran umat manusia. Anda yang sakit, nervous, jelous, tertekan, stres, suntuk, sumpek, bebaskan lah dengan sujud.
Di saat bersujud, anda sedang membuang toksin (racun) dan gelombang energi negatif dari dalam diri anda, jiwa anda dan pikiran anda. pada saat yang sama anda mendapat transfer energi positif dari tuhan anda, dari dalam diri anda dan makhluk yang bertasbih untuk anda di bumu dan langit dan yang ada diantaranya. 
Sujud sungguh menakjubkan. dahsyatnya qiyamul lail berbanding lurus dengan tingkat kesempurnaan sujud, khusyuknya shalat akan terasa dalam nikmatnya sujud.
Rosulullah berwasiat kepaa siapa saja yang mempunyai cita-cita besar agar senantisa memperbanyak sujud. tidak ada waktu yang lebih dekat antara seorang hamba dengan tuhannya selain waktu dimana hamba itu sedang bersujud.
Rosulullah SAW pernah diminta untuk menjadi penjamin orang yang lemah amalnya dan sedikit kebaikannya agar selamat di padang mahsyar dan mendapat syafaatnya pada hari kiamat, beliau mengatakan "Bantulah aku untuk memenuhi harapanmu itu dengan banyak bersujud".
Sungguh, shalat malam adalah pakaian Rosulullah dan sujud senjatanya. tidak ada tahajjud yang dikerjakan oleh Rosulullah kecuali dengan sujud yang panjang dan sepurna. tidak ada qiyamul lail yang menggetarkan jiwa kecuali ada dialog mesra dengan Allah di kala sujud. tidak ada perjumpaan yang indah dengan Allah kecuali dalam sujud yang mengesank

Thursday, November 10, 2011

"Pernikahan"...betapa aku merinduimu


Cerita  hati  seorang  wanita.
            Ku  belek  undangan  itu  berkali-kali. Sesekali  ku usap-usap  kemudian  kupeluk. Dalam  hati  aku berkata
            “ Alangkah  bahagianya  jika  namaku  yang  tercetak  dalam undangan  ini..”
Fikiranku  melayang  seketika. Di  saat  pernikahanku nanti, aku  mahu  memakai  gaun  kebaya  berkombinasi  warna  merah  putih  yang  aku  design  sendiri  untuk  acara  akad  nikah. Pada  malam persandingan  pula, orang-orang akan terpesona melihat aku dan pasanganku dengan gaun indah ala king and queen dalam cerita dongeng barby as a princess of swan lake.  Hai……saat  itu,pasti aku merasa  dunia  ini  bagai  aku  yang punya.
            Lamunanku  hambar  apabila  handphonku  berbunyi. Mesej  dari Nurry.
            “Jangan  lambat  ke  acara  pernikahan  ku  besok, ya.”  Isi  mesejnya.
 Aku  tidak  membalas. Langkahku  perlahan  menuju  ke  baranda  rumah. Menikmati  angin  petang  sambil  ditemani  hanya  secangkir  kopi  hangat. Di  situ, mataku  tertumpu  pada  sebuah  keluarga  yang  sedang  duduk  santai  di  halaman  rumah. Sepasang  anak  mereka  asyik  bermain  bola  manakala  pasangan suami  isteri   itu  pula  tak  lekang  berpegangan  tangan  sambil  tertawa  melihat  telatah  anak-anak. Sungguh  bahagianya  mereka. Dalam  hati  ini  tersimpan  satu  perasaan “Sungguh, aku ingin  seperti  itu.” Ramai  teman-temanku  yang  sudah  menikah. Dan  kini  mungkin  mereka  sedang  menikmati  saat-saat  seperti  apa  yang  ada  di  depan  mataku. Tapi  aku…..entah  bila. Hanya  Allah  yang  tahu.
            Hari  esok  pasti  akan  berlaku  satu  pertemuan  bak  reunion  di  pesta  pernikahan  Nurry  nanti. Dan  masa  itu  aku  sangat  tahu, soalan  itu  akan  menerpaku  lagi.
            “ Hai, Hana.Kau  bila  lagi? Jangan  lambat-lambat, nanti  tak  sempat.” Gelak  tawa  terpecah.
            “ Belum  ada  seru lagi. Mungkin  Tuhan  belum  izinkan.” Jawabku  ringkas. Padahal, andai  mereka  tahu  jeritan  batinku, betapa  aku  ingin  menikah. Aku  ingin  punya  suami. Aku  ingin  punya  anak. Oh, Tuhan.. Engkaulah  yang  lebih  mengerti.
            Setelah  beberapa  cerita  cintaku  berakhir  dengan  pedih, itu  tak  membuat  aku  untuk  berhenti  berharap. Berharap  seseorang  akan  datang  kepada  ku  untuk  memberi  cintanya, cinta  yang  tulus  dan  ikhlas. Akan  kami  kongsi  cerita  suka  dan  duka. Tidak  perlu  sebagai  seorang  kekasih  tapi  sebagai  seorang  suami. Agar  dapat  aku  menikmati  bahagia  bersamanya  dan  mencari  redha  Allah  dengan  berbakti  kepadanya. Jauh  di  dalam  lubuk  hatiku  bersuara
            “ Aduhai  “pernikahan”….betapa  aku  merinduimu…”

                                                                                    Karya hati : pu3ku_hana